Pernah heran tidak, kenapa harga emas sekarang makin mahal dari tahun ke tahun? Padahal, dulu emas 1 gram masih bisa dibeli dengan harga ratusan ribu rupiah.
Faktanya, emas memang menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dalam jangka panjang. Bahkan mencetak rekor harga tertinggi di beberapa periode.
Kenaikan harga emas tidak terjadi begitu saja. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Mulai dari kondisi ekonomi global, inflasi, hingga kebijakan bank sentral dunia.
Memangnya, bagaimana perkembangan harga emas selama ini? Berikut rangkumannya yang bisa kamu cermati sebelum memutuskan investasi di emas.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Sebelum masuk ke data historis, penting untuk memahami kenapa harga emas bisa naik signifikan. Berikut beberapa faktor utama yang paling berpengaruh:
1. Kondisi Ekonomi Global yang Tidak Stabil
Harga emas sangat sensitif terhadap situasi ekonomi global. Saat ekonomi dunia tidak stabil, emas justru cenderung menguat. Investor menganggap emas sebagai aset aman yang nilainya tidak mudah tergerus krisis.
Contohnya saat krisis keuangan global, pandemi, atau perlambatan ekonomi, permintaan emas akan meningkat. Sebab, emas dianggap lebih aman dibandingkan instrumen berisiko.
2. Inflasi dan Pelemahan Nilai Mata Uang
Saat inflasi meningkat, daya beli uang menurun. Pada kondisi tersebut, emas sering dijadikan pelindung nilai karena harganya cenderung naik mengikuti inflasi. Inilah alasan kenapa harga emas jarang turun drastis dalam jangka panjang.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga ikut mendorong kenaikan harga emas di dalam negeri. Soalnya, harga emas dunia dihitung dalam dolar.
3. Konflik Geopolitik dan Ketegangan Global
Konflik geopolitik seperti perang atau ketegangan antarnegara sering memicu lonjakan harga emas. Ketika situasi global tidak pasti, investor cenderung memindahkan asetnya ke emas.
Konflik di Timur Tengah, perang dagang AS-China, hingga ketegangan geopolitik terbaru terbukti memberi tekanan positif pada harga emas.
4. Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral
Kebijakan The Fed dan bank sentral dunia juga mempengaruhi harga emas. Saat suku bunga tinggi, emas bisa tertekan karena tidak memberikan imbal hasil.
Namun, saat suku bunga dipertahankan atau diturunkan di tengah ketidakpastian, emas justru jadi lebih menarik.
5. Permintaan dan Penawaran Pasar
Seperti instrumen lain, harga emas mengikuti hukum permintaan dan penawaran. Saat permintaan lebih tinggi dari pasokan, harga emas akan naik.
Bank sentral, terutama China, tercatat aktif memborong emas dalam beberapa tahun terakhir, yang ikut mendorong kenaikan harga.
Histori Kenaikan Harga Emas
Jika melihat 11 tahun ke belakang, pergerakan harga emas memang fluktuatif, tapi arahnya tetap naik.
Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, berikut ringkasan histori harga emas Antam 1 gram dari 2013-2024:
| Tahun | Harga Emas per Gram | Faktor Utama |
| 2013 | ± Rp500.000 | Pemulihan ekonomi global pasca krisis |
| 2014–2015 | ± Rp510.000 | Stabilitas ekonomi dan pasar saham menguat |
| 2016 | ± Rp600.000 | Ketidakpastian politik global dan Brexit |
| 2017–2018 | ± Rp650.000 | Perang dagang AS-China dan kebijakan moneter longgar |
| 2019 | ± Rp750.000 | Ketegangan dagang global meningkat |
| 2020 | ± Rp1.000.000 | Pandemi COVID-19 dan resesi global |
| 2021–2022 | Rp950.000–Rp1.000.000 | Stabilitas pasca pandemi dan inflasi |
| 2023 | ± Rp1.100.000 | Inflasi global dan geopolitik |
| 2024 | ± Rp1.345.000 | All time high akibat inflasi dan konflik global |
Berdasarkan data historis perkembangan harga emas 11 tahun terakhir, terlihat jelas bahwa harga emas tertinggi terjadi pada 2024.
Pada 2024, harga emas Antam menyentuh kisaran Rp1,3 juta per gram. Lebih dari itu, dalam 10 tahun terakhir, kenaikan harga emas bahkan mencapai sekitar 147%.
Perkembangan Harga Emas Sepanjang Masa
Dilansir dari Treasury, pergerakan harga emas menunjukkan pola tren naik pada 2025. Walaupun sempat mengalami koreksi di pertengahan tahun, penguatan kembali terjadi menjelang akhir tahun.
Tips Memulai Investasi Emas yang Menguntungkan
- Tentukan tujuan investasi: Ketahui dulu investasi emas untuk apa. Tujuan yang jelas membantu kamu menentukan waktu beli dan jual agar tidak salah langkah.
- Mulai dari nominal kecil: Beli sedikit tapi rutin lebih aman dan membantu dapat harga rata-rata yang lebih stabil.
- Pilih jenis emas yang tepat: Untuk investasi, logam mulia lebih ideal. Tapi emas perhiasan tetap bisa jadi pilihan, meskipun ada kadar dan potongan jualnya.
- Beli di tempat terpercaya: Pastikan harga transparan dan proses jelas. Tempat yang kredibel bikin jual emas nanti lebih gampang dan menguntungkan.
- Fokus jangka panjang: Harga emas bisa naik turun, tapi tren jangka panjangnya cenderung naik. Sabar adalah kunci biar cuannya maksimal.
Bagi kamu yang sudah menabung emas sejak lama, besar kemungkinan return-nya sudah cukup besar. Jika suatu hari ingin menjualnya, pastikan memilih tempat jual emas yang terpercaya, ya.
Beli Emas Indonesia bisa menjadi pilihan tempat jual emas yang amanah. Bukan hanya emas batangan, mereka juga menerima berbagai jenis emas, termasuk emas tanpa surat dan perhiasan rusak.
Selain itu, kamu juga bisa cek harga buyback terkini untuk setiap jenis emas di Beli Emas Indonesia.
Dengan prosedur penilaian dan transaksi yang transparan, kamu bisa mendapatkan harga yang adil sesuai pasar dan kondisi emas.

